







Waktunya Bersinar! Festival KKG Kesambi 2025: Ajang Kolaborasi dan Ekspresi Guru Hebat!
Para Guru dan Tenaga Kependidikan se-Kecamatan Kesambi, sudah siapkah Anda menorehkan prestasi dan menunjukkan bakat tersembunyi Anda?
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, Komunitas Kerja Guru (KKG), Forum Komunikasi KKG (FK-KKG), dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Kesambi berkolaborasi mempersembahkan Festival KKG Kesambi 2025! Ini adalah momen emas Anda untuk bersinar, mengasah kreativitas, dan merayakan peran mulia sebagai pendidik!
Mengapa Anda Wajib Ikut?
Festival ini bukan sekadar kompetisi, tetapi panggung apresiasi untuk seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan yang luar biasa di Kesambi. Jangan biarkan bakat Anda terpendam!
Catat Jadwal Pentingnya!
Jangan sampai terlewat! Proses pendaftaran dan pembuatan konten berlangsung mulai 1 hingga 22 November 2025.
Semua lomba dilaksanakan secara Daring (Video), memberikan fleksibilitas bagi Anda untuk berkreasi secara maksimal!
Tunggu Apa Lagi? Raih Kesempatan untuk Dikenal!
Ini adalah kesempatan emas untuk memotivasi diri, sekolah, dan seluruh komunitas pendidikan Kesambi. Mari buktikan bahwa guru dan tenaga kependidikan tidak hanya hebat di kelas, tetapi juga unggul dalam berbagai talenta!
Segera daftarkan diri Anda dan kirimkan karya terbaik! Cek informasi teknis setiap lomba untuk detail materi, durasi, dan aspek penilaian. Ayo, jadilah bagian dari perayaan Hari Guru Nasional yang penuh inspirasi ini!

Materi Pengenalan dan Manfaat Pendidikan Inklusi
Deskripsi Kegiatan
Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) ke-9 yang mengusung tema “Pengenalan dan Manfaat Pendidikan Inklusi bagi Guru” dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025, bertempat di SDN Pelandakan 2. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dasar guru mengenai konsep Pendidikan Inklusi dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang setara dan suportif bagi semua siswa. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ibu Yuneta Indria Murti, M.Si..
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan landasan filosofis dan praktis mengenai penyelenggaraan sekolah inklusif. Sesi pertama diawali dengan Pemaparan Singkat Pendidikan Inklusi. Sesi ini menjadi pembuka dan berfokus pada esensi Pendidikan Inklusi. Pemaparan mencakup:
Definisi: Pendidikan Inklusi sebagai upaya memberikan kesempatan belajar yang sama bagi semua anak, termasuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK), di sekolah reguler yang sama.
Sesi ke dua tentang Pemaparan Singkat Manfaatnya bagi Guru. Fokus selanjutnya adalah menjelaskan mengapa pemahaman Inklusi ini penting dan bermanfaat bagi guru. Manfaat tersebut antara lain: Pengembangan Profesionalisme: Guru dilatih untuk melakukan diferensiasi pembelajaran, yaitu menyesuaikan metode, materi, dan penilaian agar sesuai dengan kebutuhan individual setiap siswa (keterampilan mengajar yang lebih kaya), Penciptaan Budaya Sekolah: Guru menjadi agen utama dalam menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan di kalangan siswa, menciptakan iklim kelas yang positif, Optimalisasi Potensi: Dengan dukungan dan intervensi yang tepat, guru dapat memastikan semua siswa, tanpa terkecuali, dapat mencapai potensi terbaik mereka.
Secara keseluruhan, kegiatan KKG ini bertujuan agar guru tidak hanya “tahu” tentang Pendidikan Inklusi, tetapi juga “merasa perlu” dan “mampu” menjadi fasilitator bagi semua jenis siswa di kelas mereka. Target output dari kegiatan ini adalah guru memiliki pandangan positif terhadap keberagaman siswa dan mampu mengidentifikasi langkah awal untuk adaptasi di kelas.


Materi Strategi dan Pengelolaan Pembelajaran Ko-Kurikuler
Deskripsi Kegiatan
Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) ke-8, yang mengangkat tema “Strategi dan Pengelolaan Pembelajaran Ko-kurikuler (Penguatan Kurikulum)” , telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 September 2025, bertempat di SDIT AS-Sunnah
. Kegiatan ini dihadiri oleh guru-guru anggota Kombel Gugus V Pelandakan dan dinarasumberi oleh Ibu Jubaedah, S.Pd.SD.MM.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman guru tentang peran ko-kurikuler sebagai sarana penguatan dan aplikasi kompetensi yang diperoleh di kelas, khususnya melalui kegiatan proyek. Ko-kurikuler didefinisikan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di luar jam pelajaran tatap muka reguler (intrakurikuler), namun pelaksanaannya terkait erat dan bertujuan untuk memperkuat atau memperkaya materi yang dipelajari siswa di kelas.
Kegiatan KKG ini secara khusus berfokus pada pemahaman peran penting kegiatan di luar jam pelajaran kelas untuk memperdalam pemahaman siswa.

Alur Kegiatan
Sesi diawali dengan pemaparan singkat mengenai konsep dasar Ko-kurikuler, terutama dalam konteks kurikulum saat ini (Kurikulum Merdeka). Pemaparan meliputi:
Definisi: Ko-kurikuler sebagai kegiatan yang mendukung dan memperkaya materi intrakurikuler (tatap muka).
Perbedaan: Penjelasan mengenai perbedaan mendasar antara Intrakurikuler (di kelas), Ko-kurikuler (proyek/studi lapangan terkait materi), dan Ekstrakurikuler (pengembangan minat).
Fokus Proyek: Penekanan bahwa Ko-kurikuler sering diwujudkan dalam bentuk penugasan proyek atau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang menuntut siswa mengaplikasikan ilmu dari berbagai mata pelajaran.
Tujuan dan Manfaat (Penguatan 8 Profil Lulusan): Pemaparan juga menyoroti bagaimana kegiatan Ko-kurikuler secara langsung berkontribusi pada pencapaian 8 Profil Lulusan (seperti Berpikir Kritis, Kolaborasi, dan Kreativitas). Hal ini dicapai melalui penugasan yang kontekstual dan menantang.
Kegiatan KKG ini bertujuan membekali guru dengan pengetahuan untuk merancang kegiatan di luar kelas yang bermakna dan terencana, menjembatani teori akademik dengan keterampilan praktis siswa. Dengan demikian, guru mampu merencanakan kegiatan ko-kurikuler yang terintegrasi dan efektif. Ko-kurikuler berfungsi sebagai laboratorium aksi nyata, di mana siswa menerapkan pengetahuan akademik mereka sambil secara holistik membangun 8 Profil Lulusan yang siap menghadapi tantangan global.


Materi Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam
Deskripsi Kegiatan
Komunitas Belajar (Kombel) Gugus V Pelandakan telah menyelenggarakan kegiatan ke-7 yang berjudul “Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam” pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan guru untuk merancang Modul Ajar yang secara efektif mengintegrasikan prinsip-prinsip HOTS (Berpikir Tingkat Tinggi) dan 4C (Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas, Berpikir Kritis). Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Fauzi Ridwan Sayyidi, S.Pd.SD..
Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam merujuk pada proses perancangan RPP atau Modul Ajar yang bertujuan memfasilitasi siswa mencapai pemahaman yang mendalam (deep understanding) dan mengembangkan HOTS, alih-alih sekadar menghafal (surface learning). Modul Ajar ini didasarkan pada empat prinsip pedagogis utama yang disebut 4C. Target output dari workshop ini adalah Draf Modul Ajar Pembelajaran Mendalam per jenjang kelas, siap diuji coba.

Kegiatan ini dirancang sebagai workshop praktis untuk mengubah RPP/Modul Ajar konvensional menjadi modul yang mendorong pemahaman mendalam.Sesi dimulai dengan pemaparan singkat mengenai teknik penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam. Materi pemaparan mencakup:
Fokus pada Hasil Belajar: Menekankan perumusan tujuan yang mengarah pada pemahaman konseptual, bukan hanya faktual.
Desain Tugas Otentik: Cara merancang tugas berbasis proyek atau masalah yang memerlukan analisis, evaluasi, dan penciptaan oleh siswa.
Integrasi 4C: Panduan praktis untuk memasukkan elemen Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas, dan Berpikir Kritis di setiap langkah pembelajaran.
Setelah pemaparan, sesi selanjutnya adalah guru dibagi menjadi kelompok kerja berdasarkan jenjang kelas/mata pelajaran. Setiap kelompok bertugas menyusun satu Modul Ajar lengkap (atau kerangka utama) dengan mengacu pada prinsip Deep Learning. Kelompok harus memastikan modul yang disusun memiliki kegiatan yang menantang siswa untuk bergerak melampaui pembelajaran permukaan.
Tahap akhir adalah validasi dan penguatan hasil kerja kelompok. Setiap kelompok mempresentasikan Modul Ajar yang telah mereka susun, menjelaskan bagaimana modul tersebut akan mendorong pembelajaran mendalam dan HOTS. Sesi umpan balik kritis diberikan oleh kelompok lain dan fasilitator, memastikan bahwa modul yang dihasilkan valid, relevan, dan implementatif untuk kelas di Sekolah Dasar.
Melalui workshop ini, diharapkan guru dapat meninggalkan pola ajar berbasis transfer informasi dan beralih ke pola yang berpusat pada konstruksi pengetahuan dan pengembangan keterampilan abad ke-21 oleh siswa.
