




Waktunya Bersinar! Festival KKG Kesambi 2025: Ajang Kolaborasi dan Ekspresi Guru Hebat!
Para Guru dan Tenaga Kependidikan se-Kecamatan Kesambi, sudah siapkah Anda menorehkan prestasi dan menunjukkan bakat tersembunyi Anda?
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, Komunitas Kerja Guru (KKG), Forum Komunikasi KKG (FK-KKG), dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Kesambi berkolaborasi mempersembahkan Festival KKG Kesambi 2025! Ini adalah momen emas Anda untuk bersinar, mengasah kreativitas, dan merayakan peran mulia sebagai pendidik!
Mengapa Anda Wajib Ikut?
Festival ini bukan sekadar kompetisi, tetapi panggung apresiasi untuk seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan yang luar biasa di Kesambi. Jangan biarkan bakat Anda terpendam!
Catat Jadwal Pentingnya!
Jangan sampai terlewat! Proses pendaftaran dan pembuatan konten berlangsung mulai 1 hingga 22 November 2025.
Semua lomba dilaksanakan secara Daring (Video), memberikan fleksibilitas bagi Anda untuk berkreasi secara maksimal!
Tunggu Apa Lagi? Raih Kesempatan untuk Dikenal!
Ini adalah kesempatan emas untuk memotivasi diri, sekolah, dan seluruh komunitas pendidikan Kesambi. Mari buktikan bahwa guru dan tenaga kependidikan tidak hanya hebat di kelas, tetapi juga unggul dalam berbagai talenta!
Segera daftarkan diri Anda dan kirimkan karya terbaik! Cek informasi teknis setiap lomba untuk detail materi, durasi, dan aspek penilaian. Ayo, jadilah bagian dari perayaan Hari Guru Nasional yang penuh inspirasi ini!

Materi Pengenalan dan Manfaat Pendidikan Inklusi
Deskripsi Kegiatan
Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) ke-9 yang mengusung tema “Pengenalan dan Manfaat Pendidikan Inklusi bagi Guru” dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025, bertempat di SDN Pelandakan 2. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dasar guru mengenai konsep Pendidikan Inklusi dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang setara dan suportif bagi semua siswa. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ibu Yuneta Indria Murti, M.Si..
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan landasan filosofis dan praktis mengenai penyelenggaraan sekolah inklusif. Sesi pertama diawali dengan Pemaparan Singkat Pendidikan Inklusi. Sesi ini menjadi pembuka dan berfokus pada esensi Pendidikan Inklusi. Pemaparan mencakup:
Definisi: Pendidikan Inklusi sebagai upaya memberikan kesempatan belajar yang sama bagi semua anak, termasuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK), di sekolah reguler yang sama.
Sesi ke dua tentang Pemaparan Singkat Manfaatnya bagi Guru. Fokus selanjutnya adalah menjelaskan mengapa pemahaman Inklusi ini penting dan bermanfaat bagi guru. Manfaat tersebut antara lain: Pengembangan Profesionalisme: Guru dilatih untuk melakukan diferensiasi pembelajaran, yaitu menyesuaikan metode, materi, dan penilaian agar sesuai dengan kebutuhan individual setiap siswa (keterampilan mengajar yang lebih kaya), Penciptaan Budaya Sekolah: Guru menjadi agen utama dalam menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan di kalangan siswa, menciptakan iklim kelas yang positif, Optimalisasi Potensi: Dengan dukungan dan intervensi yang tepat, guru dapat memastikan semua siswa, tanpa terkecuali, dapat mencapai potensi terbaik mereka.
Secara keseluruhan, kegiatan KKG ini bertujuan agar guru tidak hanya “tahu” tentang Pendidikan Inklusi, tetapi juga “merasa perlu” dan “mampu” menjadi fasilitator bagi semua jenis siswa di kelas mereka. Target output dari kegiatan ini adalah guru memiliki pandangan positif terhadap keberagaman siswa dan mampu mengidentifikasi langkah awal untuk adaptasi di kelas.


Materi Strategi dan Pengelolaan Pembelajaran Ko-Kurikuler
Deskripsi Kegiatan
Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) ke-8, yang mengangkat tema “Strategi dan Pengelolaan Pembelajaran Ko-kurikuler (Penguatan Kurikulum)” , telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 September 2025, bertempat di SDIT AS-Sunnah
. Kegiatan ini dihadiri oleh guru-guru anggota Kombel Gugus V Pelandakan dan dinarasumberi oleh Ibu Jubaedah, S.Pd.SD.MM.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman guru tentang peran ko-kurikuler sebagai sarana penguatan dan aplikasi kompetensi yang diperoleh di kelas, khususnya melalui kegiatan proyek. Ko-kurikuler didefinisikan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di luar jam pelajaran tatap muka reguler (intrakurikuler), namun pelaksanaannya terkait erat dan bertujuan untuk memperkuat atau memperkaya materi yang dipelajari siswa di kelas.
Kegiatan KKG ini secara khusus berfokus pada pemahaman peran penting kegiatan di luar jam pelajaran kelas untuk memperdalam pemahaman siswa.

Alur Kegiatan
Sesi diawali dengan pemaparan singkat mengenai konsep dasar Ko-kurikuler, terutama dalam konteks kurikulum saat ini (Kurikulum Merdeka). Pemaparan meliputi:
Definisi: Ko-kurikuler sebagai kegiatan yang mendukung dan memperkaya materi intrakurikuler (tatap muka).
Perbedaan: Penjelasan mengenai perbedaan mendasar antara Intrakurikuler (di kelas), Ko-kurikuler (proyek/studi lapangan terkait materi), dan Ekstrakurikuler (pengembangan minat).
Fokus Proyek: Penekanan bahwa Ko-kurikuler sering diwujudkan dalam bentuk penugasan proyek atau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang menuntut siswa mengaplikasikan ilmu dari berbagai mata pelajaran.
Tujuan dan Manfaat (Penguatan 8 Profil Lulusan): Pemaparan juga menyoroti bagaimana kegiatan Ko-kurikuler secara langsung berkontribusi pada pencapaian 8 Profil Lulusan (seperti Berpikir Kritis, Kolaborasi, dan Kreativitas). Hal ini dicapai melalui penugasan yang kontekstual dan menantang.
Kegiatan KKG ini bertujuan membekali guru dengan pengetahuan untuk merancang kegiatan di luar kelas yang bermakna dan terencana, menjembatani teori akademik dengan keterampilan praktis siswa. Dengan demikian, guru mampu merencanakan kegiatan ko-kurikuler yang terintegrasi dan efektif. Ko-kurikuler berfungsi sebagai laboratorium aksi nyata, di mana siswa menerapkan pengetahuan akademik mereka sambil secara holistik membangun 8 Profil Lulusan yang siap menghadapi tantangan global.


Materi Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam
Deskripsi Kegiatan
Komunitas Belajar (Kombel) Gugus V Pelandakan telah menyelenggarakan kegiatan ke-7 yang berjudul “Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam” pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan guru untuk merancang Modul Ajar yang secara efektif mengintegrasikan prinsip-prinsip HOTS (Berpikir Tingkat Tinggi) dan 4C (Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas, Berpikir Kritis). Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Fauzi Ridwan Sayyidi, S.Pd.SD..
Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam merujuk pada proses perancangan RPP atau Modul Ajar yang bertujuan memfasilitasi siswa mencapai pemahaman yang mendalam (deep understanding) dan mengembangkan HOTS, alih-alih sekadar menghafal (surface learning). Modul Ajar ini didasarkan pada empat prinsip pedagogis utama yang disebut 4C. Target output dari workshop ini adalah Draf Modul Ajar Pembelajaran Mendalam per jenjang kelas, siap diuji coba.

Kegiatan ini dirancang sebagai workshop praktis untuk mengubah RPP/Modul Ajar konvensional menjadi modul yang mendorong pemahaman mendalam.Sesi dimulai dengan pemaparan singkat mengenai teknik penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam. Materi pemaparan mencakup:
Fokus pada Hasil Belajar: Menekankan perumusan tujuan yang mengarah pada pemahaman konseptual, bukan hanya faktual.
Desain Tugas Otentik: Cara merancang tugas berbasis proyek atau masalah yang memerlukan analisis, evaluasi, dan penciptaan oleh siswa.
Integrasi 4C: Panduan praktis untuk memasukkan elemen Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas, dan Berpikir Kritis di setiap langkah pembelajaran.
Setelah pemaparan, sesi selanjutnya adalah guru dibagi menjadi kelompok kerja berdasarkan jenjang kelas/mata pelajaran. Setiap kelompok bertugas menyusun satu Modul Ajar lengkap (atau kerangka utama) dengan mengacu pada prinsip Deep Learning. Kelompok harus memastikan modul yang disusun memiliki kegiatan yang menantang siswa untuk bergerak melampaui pembelajaran permukaan.
Tahap akhir adalah validasi dan penguatan hasil kerja kelompok. Setiap kelompok mempresentasikan Modul Ajar yang telah mereka susun, menjelaskan bagaimana modul tersebut akan mendorong pembelajaran mendalam dan HOTS. Sesi umpan balik kritis diberikan oleh kelompok lain dan fasilitator, memastikan bahwa modul yang dihasilkan valid, relevan, dan implementatif untuk kelas di Sekolah Dasar.
Melalui workshop ini, diharapkan guru dapat meninggalkan pola ajar berbasis transfer informasi dan beralih ke pola yang berpusat pada konstruksi pengetahuan dan pengembangan keterampilan abad ke-21 oleh siswa.


Materi Artificial Intelligence (AI) dan Coding
Deskripsi Kegiatan
Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) ke-6, bertajuk “Artificial Intelligence (AI) dan Coding”, dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Agustus 2025
. Kegiatan ini dihadiri oleh guru-guru anggota Kombel Gugus V Pelandakan dan dinarasumberi oleh Ibu Mitia ArizkaWardhani, S.Pd.. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dasar kepada guru tentang konsep AI dan Coding, serta memantik ide untuk mengintegrasikan keterampilan berpikir komputasional ke dalam kurikulum dan kehidupan siswa.
Kegiatan ini dirancang untuk mendemistifikasi AI dan Coding, serta menunjukkan nilai praktisnya bagi guru dan siswa.

Sesi dimulai dengan pemaparan singkat mengenai definisi dan prinsip dasar Artificial Intelligence (AI) dan Coding
AI: Dijelaskan sebagai kemampuan mesin untuk meniru kecerdasan manusia (belajar, memecahkan masalah). AI sendiri adalah ilmu yang memungkinkan komputer untuk bertindak dan berpikir secara cerdas.
Coding: Dijelaskan sebagai bahasa yang digunakan untuk memberi instruksi kepada komputer.
Sesi selanjutnya Fasilitator memberikan contoh-contoh konkret penggunaan AI dan Coding yang relevan bagi lingkungan guru dan siswa SD. Melalui pemaparan ini, guru diharapkan menjadi lebih melek teknologi dan mampu menjadi agen yang membimbing siswa menghadapi masa depan yang didorong oleh AI dan teknologi digital.
Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan guru untuk membimbing siswa menghadapi tantangan era digital dan karier masa depan.


Materi Bimbingan Konseling
Deskripsi Kegiatan
Komunitas Belajar (Kombel) Gugus V Pelandakan telah melaksanakan kegiatan ke-5 yang bertajuk “Bimbingan Konseling” pada hari Sabtu, 31 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru kelas mengenai peran BK dalam pengembangan siswa dan membekali guru dengan contoh-contoh layanan BK yang dapat diimplementasikan di kelas.
Bimbingan Konseling (BK) sendiri adalah pelayanan profesional yang membantu siswa mengembangkan potensi diri secara optimal dan mengatasi permasalahan yang menghambat proses belajar atau perkembangan pribadinya. Tujuan utamanya adalah membantu siswa mencapai perkembangan yang mandiri, sehat, dan seimbang dalam empat aspek: Pribadi, Sosial, Belajar, dan Karier.

Alur Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan ini dipimpin oleh narasumber Ibu Putri Ratnawati, S.Pd. , dengan fokus memperkuat peran guru kelas sebagai bagian dari sistem Bimbingan Konseling di sekolah.
Sesi diawali dengan pemaparan singkat mengenai konsep dasar BK. Materi mencakup penjelasan Definisi BK (membedakan antara BK dan sekadar “menghukum” atau “menasihati”) , Aspek Perkembangan Siswa (empat bidang layanan BK yang harus dicapai) , serta menekankan Peran Guru Kelas sebagai konselor pertama (first-line counselor) yang membantu identifikasi dan pencegahan masalah.
Sesi dilanjutkan dengan pemberian contoh-contoh praktis mengenai jenis layanan BK yang relevan dan dapat dilakukan oleh guru kelas dalam konteks kegiatan sehari-hari di sekolah. Melalui pemberian contoh-contoh ini, guru diharapkan dapat mengintegrasikan aspek-aspek BK ke dalam kegiatan belajar mengajar harian, menciptakan lingkungan kelas yang suportif, dan membantu siswa berkembang secara holistik.
Target outout dari kegiatan ini adalah agar guru mampu mengidentifikasi kebutuhan bimbingan siswa dan memberikan layanan BK dasar secara efektif.
Halo, Rekan Pendidik dan Komunitas Pendidikan yang Antusias! đź‘‹
Pernahkah Anda berpikir bahwa suatu hari, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) akan menjadi rekan kerja kita di ruang kelas? Hari itu telah tiba!
Pada Sabtu, 10 Mei 2025, suasana di SDN Karya Winaya dipenuhi energi futuristik. Seluruh anggota KKG Karya Mulya berkumpul untuk menaklukkan tantangan terbesar di era digital: Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran!
Tujuan kami jelas: memastikan bahwa guru-guru di Gugus IV Kesambi tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi menjadi arsitek yang cerdas dalam mengintegrasikan AI untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pembelajaran, demi menyiapkan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan global.
Ketua Gugus 4 Karyamulya, Bapak Aminudin, S.Pd, membuka sesi dengan penekanan yang sangat penting: urgensi adaptasi AI. Ia menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman yang akan menggantikan peran guru, melainkan alat bantu canggih yang dapat membebaskan waktu guru dari tugas-tugas administratif rutin. Waktu yang tadinya habis untuk administrasi, kini bisa kita curahkan sepenuhnya untuk memanusiakan pembelajaran: memberi perhatian personal, membangun empati, dan mengembangkan soft skills siswa.
Narasumber andalan kita, Bapak Mumu Mujamil, S.Pd, memandu kami memahami konsep dasar AI dan Machine Learning. Potensi AI untuk mentransformasi pendidikan itu luar biasa, terutama dalam hal personalisasi pembelajaran. AI memungkinkan kita melayani kebutuhan belajar setiap siswa, sesuai kecepatan dan gaya belajarnya masing-masing—sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka!
Kami membedah berbagai alat AI praktis yang siap digunakan para pendidik tanpa perlu menjadi ahli koding!
AI dapat mengambil alih tugas-tugas yang memakan waktu, seperti:
Ini adalah kemenangan besar! Waktu yang kita hemat dapat digunakan untuk merancang kegiatan belajar yang lebih kreatif dan interaktif.
AI memungkinkan guru untuk membuat materi yang benar-benar relevan bagi siswa. Contohnya:
AI dapat membantu siswa belajar secara mandiri, kapan saja:
Antusiasme kami tidak membuat kami lengah. Kami juga secara mendalam membahas tantangan dan etika dalam pemanfaatan AI.
Pesan Kunci: Pemanfaatan AI harus bijak dan etis. Kita harus menyadari isu privasi data, potensi bias dalam algoritma, dan yang terpenting, peran guru dalam mengajar soft skills, empati, dan bimbingan moral tidak akan pernah tergantikan oleh mesin. Guru adalah role model karakter, sementara AI adalah alat.
Sesi ditutup dengan semangat untuk segera memulai eksperimen.
Rekomendasi Tindak Lanjut KKG Karya Mulya:
Ini adalah momen bagi guru di Gugus IV Kesambi untuk membuktikan bahwa kita adalah pendidik yang adaptif, inovatif, dan siap memimpin perubahan. Mari kita jadikan AI sebagai sayap yang membawa kita dan murid-murid kita terbang lebih tinggi!
Materi Numerasi
Deskripsi Kegiatan
Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) ke-4 yang mengangkat tema “Numerasi” telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh guru-guru anggota Kombel Gugus V Pelandakan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman guru tentang konsep Numerasi dan membekali mereka dengan strategi serta contoh nyata dalam mengintegrasikan Numerasi ke dalam berbagai mata pelajaran di Sekolah Dasar. Numerasi didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan dan memahami konsep-konsep matematika (angka, data, dan pola) dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari dan untuk tujuan pemecahan masalah yang praktis, melampaui sekadar menghitung.
Kegiatan ini dirancang untuk mengubah perspektif guru mengenai Numerasi, dari sekadar berhitung menjadi kemampuan bernalar dalam konteks.

Alur Pelaksanaan Kegiatan
Sesi dimulai dengan pemaparan singkat mengenai esensi Numerasi. Pemaparan ini menjelaskan:
Definisi Numerasi: Bukan hanya matematika, tetapi kemampuan menggunakan konsep bilangan, data, dan pola untuk memecahkan masalah nyata.
Pentingnya Numerasi: Mengapa numerasi menjadi kompetensi fundamental yang harus dikuasai siswa untuk kesiapan hidup.
Komponen Numerasi: Memahami aspek-aspek numerasi yang harus dikembangkan (misalnya, interpretasi data, penalaran, dan aplikasi).
Sesi dilanjutkan dengan sesi interaktif yang berisi pemberian contoh-contoh praktis desain pembelajaran yang mengintegrasikan Numerasi secara kontekstual di jenjang Sekolah Dasar. Contoh yang disajikan meliputi:
Numerasi Lintas Mapel: Contoh menganalisis data pertumbuhan tanaman (IPA) atau membaca dan menginterpretasikan grafik sederhana (IPS/Bahasa).
Aktivitas Sehari-hari: Contoh project di kelas yang melibatkan pengukuran, perhitungan biaya, dan penggunaan skala (misalnya, merencanakan kantin sehat atau membuat denah kelas).
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu melihat bahwa Numerasi dapat diajarkan melalui berbagai media dan konteks, tidak hanya terbatas pada buku pelajaran matematika, sehingga guru mampu merancang aktivitas kelas yang menumbuhkan nalar matematis siswa dalam konteks kehidupan sehari-hari.



Pada era global yang penuh dengan persaingan dan inovasi, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi fondasi utama kemajuan bangsa. Olimpiade Sains Nasional (OSN) hadir sebagai wahana prestisius untuk mengidentifikasi dan mengembangkan talenta-talenta muda Indonesia di bidang sains. Namun, keberhasilan siswa dalam ajang ini tidak dapat dilepaskan dari peran sentral guru sebagai pembimbing dan fasilitator pembelajaran. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru pembimbing OSN adalah sebuah investasi krusial yang akan berbuah manis dalam bentuk prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional.
Berbagai penelitian telah menggarisbawahi korelasi positif antara kualitas guru dengan hasil belajar siswa, termasuk dalam konteks kompetisi sains. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Studies in Educational Evaluation (Darling-Hammond, 2000) menunjukkan bahwa guru yang memiliki pemahaman materi yang mendalam, menguasai strategi pengajaran yang efektif, dan mampu memotivasi siswa secara signifikan berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik siswa. Dalam konteks OSN, pemahaman mendalam tentang materi olimpiade yang seringkali melampaui kurikulum reguler, kemampuan untuk menyajikan konsep-konsep sains yang kompleks secara menarik dan mudah dipahami, serta kemampuan untuk menumbuhkan minat dan ketekunan siswa dalam belajar menjadi faktor penentu keberhasilan.
Lebih lanjut, penelitian dari National Bureau of Economic Research (Rivkin, Hanushek, & Kain, 2005) menemukan bahwa guru yang efektif memiliki dampak kumulatif yang signifikan terhadap prestasi siswa dari waktu ke waktu. Artinya, investasi dalam pengembangan profesional guru pembimbing OSN tidak hanya akan memberikan dampak jangka pendek pada hasil kompetisi, tetapi juga akan membentuk fondasi yang kuat bagi perkembangan kemampuan sains siswa di masa depan. Guru yang kompeten mampu mengidentifikasi potensi siswa sejak dini, memberikan bimbingan yang personalized, dan menantang siswa untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah secara kreatif – keterampilan yang esensial dalam OSN.
Data dari berbagai penyelenggaraan OSN juga secara implisit menunjukkan pentingnya peran guru. Sekolah-sekolah yang secara konsisten meraih prestasi tinggi dalam OSN umumnya memiliki guru-guru pembimbing yang berdedikasi, memiliki pemahaman yang kuat tentang materi olimpiade, dan terus mengembangkan diri melalui berbagai pelatihan dan forum diskusi. Sebaliknya, sekolah dengan minim prestasi seringkali terkendala oleh kurangnya guru pembimbing yang kompeten dan termotivasi untuk membimbing siswa secara intensif.
Webinar “Pelatihan Guru Pembimbing OSN” yang diselenggarakan hasil kolaborasi antara Forum K3S Kota Cirebon, K3S Kecamatan Kesambi, FK-KKG Kecamatan Kesambi dan Penerbit Erlangga, dengan menghadirkan narasumber ahli Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D., adalah sebuah langkah nyata dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2025 yang membawa semangat “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Pelatihan ini dirancang untuk membekali guru dengan pemahaman mendalam tentang tipe dan karakter soal OSN, memberikan latihan contoh soal, dan mendiskusikan strategi pembimbingan yang efektif. Kehadiran seorang pakar yang juga merupakan penulis buku-buku persiapan OSN akan memberikan wawasan berharga dan kiat-kiat praktis yang dapat langsung diimplementasikan dalam proses pembimbingan.
Partisipasi aktif guru-guru dalam kegiatan seperti webinar ini adalah wujud komitmen untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ini bukan hanya tentang mempersiapkan siswa untuk kompetisi, tetapi juga tentang menanamkan kecintaan terhadap sains dan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka. Investasi waktu dan tenaga dalam meningkatkan kompetensi diri sebagai pembimbing OSN adalah investasi jangka panjang dalam kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Oleh karena itu, kami mengajak seluruh kepala sekolah, pengawas, dan terutama para guru di Kota Cirebon dan sekitarnya untuk memanfaatkan kesempatan emas ini. Mari bersama-sama hadir dalam Webinar Hari Belajar Guru dengan tema “Pelatihan Guru Pembimbing OSN” pada tanggal 28 April 2025. Dengan guru yang kompeten dan berdedikasi, kita dapat mengantarkan siswa-siswa kita meraih prestasi gemilang di Olimpiade Sains Nasional dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa. Ini bukan hanya tentang medali, tetapi tentang membangun generasi penerus yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing global. Mari wujudkan mimpi itu bersama!
Referensi: