https://drive.google.com/file/d/1oLqdT3fS0ljkjSefeXy6rnChwWlJlozR/view?usp=drivesdk
https://www.instagram.com/reel/DRRvTozgUmf/?igsh=MzE2a3lsaXBiYzJm
Halo, Rekan Pendidik dan Komunitas Pendidikan yang Antusias! ๐
Pernahkah Anda berpikir bahwa suatu hari, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) akan menjadi rekan kerja kita di ruang kelas? Hari itu telah tiba!
Pada Sabtu, 10 Mei 2025, suasana di SDN Karya Winaya dipenuhi energi futuristik. Seluruh anggota KKG Karya Mulya berkumpul untuk menaklukkan tantangan terbesar di era digital: Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran!
Tujuan kami jelas: memastikan bahwa guru-guru di Gugus IV Kesambi tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi menjadi arsitek yang cerdas dalam mengintegrasikan AI untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pembelajaran, demi menyiapkan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan global.
Ketua Gugus 4 Karyamulya, Bapak Aminudin, S.Pd, membuka sesi dengan penekanan yang sangat penting: urgensi adaptasi AI. Ia menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman yang akan menggantikan peran guru, melainkan alat bantu canggih yang dapat membebaskan waktu guru dari tugas-tugas administratif rutin. Waktu yang tadinya habis untuk administrasi, kini bisa kita curahkan sepenuhnya untuk memanusiakan pembelajaran: memberi perhatian personal, membangun empati, dan mengembangkan soft skills siswa.
Narasumber andalan kita, Bapak Mumu Mujamil, S.Pd, memandu kami memahami konsep dasar AI dan Machine Learning. Potensi AI untuk mentransformasi pendidikan itu luar biasa, terutama dalam hal personalisasi pembelajaran. AI memungkinkan kita melayani kebutuhan belajar setiap siswa, sesuai kecepatan dan gaya belajarnya masing-masingโsesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka!
Kami membedah berbagai alat AI praktis yang siap digunakan para pendidik tanpa perlu menjadi ahli koding!
AI dapat mengambil alih tugas-tugas yang memakan waktu, seperti:
Ini adalah kemenangan besar! Waktu yang kita hemat dapat digunakan untuk merancang kegiatan belajar yang lebih kreatif dan interaktif.
AI memungkinkan guru untuk membuat materi yang benar-benar relevan bagi siswa. Contohnya:
AI dapat membantu siswa belajar secara mandiri, kapan saja:
Antusiasme kami tidak membuat kami lengah. Kami juga secara mendalam membahas tantangan dan etika dalam pemanfaatan AI.
Pesan Kunci: Pemanfaatan AI harus bijak dan etis. Kita harus menyadari isu privasi data, potensi bias dalam algoritma, dan yang terpenting, peran guru dalam mengajar soft skills, empati, dan bimbingan moral tidak akan pernah tergantikan oleh mesin. Guru adalah role model karakter, sementara AI adalah alat.
Sesi ditutup dengan semangat untuk segera memulai eksperimen.
Rekomendasi Tindak Lanjut KKG Karya Mulya:
Ini adalah momen bagi guru di Gugus IV Kesambi untuk membuktikan bahwa kita adalah pendidik yang adaptif, inovatif, dan siap memimpin perubahan. Mari kita jadikan AI sebagai sayap yang membawa kita dan murid-murid kita terbang lebih tinggi!
Halo, Pahlawan Pendidikan!
Apakah Anda merasa siswa kita hanya pandai menghafal, namun kesulitan saat dihadapkan pada masalah nyata? Sudah saatnya kita bergerak dari pembelajaran di permukaan (surface learning) menuju Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)!
Pada hari Sabtu, 26 April 2025 lalu, seluruh anggota KKG Karya Mulya berkumpul di Aula SDIT Sabilul Huda untuk sebuah lompatan besar dalam inovasi kurikulum: Pelatihan Implementasi Deep Learning. Acara ini bukan sekadar seminar; ini adalah janji KKG kita untuk menghadirkan layanan pendidikan yang benar-benar memuliakan siswa.
Dalam sambutan pembukaan, Ibu Hj. Ari Haerani, S.Pd, M.Pd, selaku Pengawas Bina Gugus 4, menegaskan pentingnya Pembelajaran Mendalam sebagai pendekatan yang mampu memuliakan siswa. Kita semua diajak untuk menyadari bahwa pembelajaran yang mendalam adalah satu-satunya jalan untuk mencetak siswa yang memiliki keterampilan abad ke-21.
Fasilitator andalan kita, Bapak Mumu Mujamil, S.Pd, memandu kami untuk memahami apa sebenarnya Deep Learning itu.
Deep Learning adalah sebuah pendekatan yang mendorong siswa untuk:
Intinya, Deep Learning memastikan anak tidak hanya lulus ujian, tetapi lulus kehidupan.
Lalu, bagaimana cara kita mengubah kelas kita menjadi sarang Deep Learning? Bapak Mumu membagikan strategi implementasi yang sangat praktis:
Pembelajaran harus bermakna! Guru didorong untuk merancang kegiatan yang menghubungkan materi pelajaran dengan isu-isu nyata atau pengalaman pribadi siswa. Misalnya, belajar tentang volume tidak hanya dengan rumus, tetapi dengan merancang wadah air untuk pengungsian. Ini membuat siswa melihat nilai guna dari apa yang mereka pelajari.
Teknologi harus menjadi alat bantu, bukan tujuan. Kami mendemonstrasikan bagaimana memanfaatkan alat-alat digital (seperti Google Workspace for Education atau platform kolaborasi) untuk mendukung proses pembelajaran mendalam. Tujuannya agar teknologi memfasilitasi kolaborasi, riset, dan presentasi yang lebih kreatif, sehingga meningkatkan kualitas pengalaman belajar.
Bagian paling seru dari kegiatan ini adalah Sesi Perancangan. Para peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk menganalisis studi kasus dan mulai merancang skenario pembelajaran mendalam untuk topik spesifik.
Bayangkan: Guru Kelas 4 merancang proyek tentang “Dampak Sampah Plastik di Lingkungan Sungai Kesambi”, yang menuntut siswa untuk meneliti, menganalisis data, dan merumuskan solusi inovatif. Ini adalah Deep Learning dalam aksi!
Setiap kelompok mempresentasikan draf rancangannya, dan segera menerima umpan balik yang membangun dari narasumber dan rekan guru. Proses ini memastikan bahwa setiap guru pulang dengan bekal cetak biru (blueprint) rencana pembelajaran yang siap diimplementasikan.
Acara ditutup dengan sesi Refleksi dan Komitmen. Semua peserta berbagi insight yang mereka dapatkan dan meneguhkan komitmen pribadi untuk segera menerapkan pembelajaran mendalam.
Langkah Tindak Lanjut yang Harus Kita Ambil:
Ini adalah awal dari perjalanan yang menarik. Deep Learning adalah investasi terbesar kita bagi masa depan siswa. Mari kita jadikan KKG Karya Mulya sebagai pelopor guru yang tidak hanya mengajar, tetapi menginspirasi pemahaman mendalam!
Mari terus semangat, bergerak, dan wujudkan pendidikan yang memerdekakan siswa kita!



Di tengah dinamika pendidikan yang terus bergerak maju, Bank Soal tampil sebagai fondasi yang kokoh dalam merancang asesmen pembelajaran yang efektif dan terukur. Layaknya sebuah perpustakaan pengetahuan, Bank Soal menyimpan beragam instrumen evaluasi yang dirancang untuk mengukur pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari. Keberadaannya bukan sekadar kumpulan soal semata, melainkan sebuah sumber daya yang kaya akan informasi mengenai indikator pencapaian kompetensi, tingkat kognitif, dan berbagai format pertanyaan. Guru sebagai nahkoda pembelajaran dapat memanfaatkan Bank Soal sebagai rujukan utama dalam menyusun instrumen asesmen yang valid dan reliabel. Dengan memanfaatkan variasi soal yang tersedia, guru dapat menggali pemahaman siswa secara komprehensif, mulai dari kemampuan mengingat hingga kemampuan menganalisis dan mengevaluasi. Lebih dari itu, Bank Soal juga memfasilitasi proses analisis hasil asesmen. Data yang terkumpul dari jawaban siswa dapat diolah untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pemahaman mereka, baik secara individual maupun kelompok. Informasi berharga ini kemudian menjadi landasan untuk merancang intervensi pembelajaran yang tepat sasaran, sehingga setiap peserta didik dapat mencapai potensi terbaiknya. Dengan demikian, Bank Soal bukan hanya sekadar alat bantu, melainkan mitra strategis dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan berpusat pada siswa.
Halo, Guru Hebat, Kepala Sekolah Visioner, dan seluruh Komunitas Pendidikan di Gugus IV Kesambi! ๐
Di tengah derasnya arus revolusi digital, dunia pendidikan tidak boleh tertinggal. Teknologi harus menjadi asisten terkuat kita untuk menghadirkan pembelajaran yang optimal, efektif, dan efisien. Inilah semangat yang membara dalam kegiatan ketiga KKG Karya Mulya pada Sabtu, 12 April 2025, di SDN Mega Eltra.
Seluruh anggota KKG berkumpul untuk satu tujuan ambisius: Menguasai Pemanfaatan Super Aplikasi Rumah Pendidikan.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Gugus 4 Karyamulya, Bapak Aminudin, S.Pd, dengan tegas menyampaikan urgensi ini: inovasi teknologi adalah kunci untuk mendukung proses belajar mengajar di era digital. Ia menggarisbawahi bahwa Super Aplikasi Rumah Pendidikan ini adalah solusi terintegrasi yang kita butuhkan untuk menyatukan seluruh ekosistem pendidikan di bawah satu atap digital.
Bapak Mumu Mujamil, S.Pd, selaku Tim Ahli Rumah Pendidikan dan narasumber kita, kemudian memperkenalkan aplikasi ini bukan sekadar alat baru, melainkan sebuah visi. Aplikasi ini hadir untuk menyederhanakan kompleksitas, mengurangi tumpang tindih aplikasi, dan menjadikan semua layanan digital pendidikan mudah diakses oleh guru, sekolah, dan orang tua. Tujuan utama kita hari itu jelas: memberikan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis agar aplikasi ini benar-benar terimplementasi di lapangan.
Selama sesi utama, kami menjelajahi empat modul inti yang menjadi tulang punggung Super Aplikasi ini. Setiap modul dirancang untuk memecahkan masalah praktis yang sering dihadapi guru dan sekolah:
Bayangkan, semua data siswa, data guru, jadwal pelajaran, absensi, pengelolaan nilai, hingga surat-menyurat, kini bisa diurus secara digital! Modul ini membantu kita mempermudah pencatatan, pelaporan, dan koordinasi administrasi sekolah. Manfaat paling terasa? Mengurangi penggunaan kertas secara signifikan, membuat sekolah kita lebih hijau dan efisien!
Ini adalah jantung inovasi! Modul ini menyediakan Perpustakaan Digital, Modul Pembelajaran siap pakai, Bank Soal yang bisa diakses kapan saja, Forum Diskusi, hingga fitur Kelas Virtual. Pemanfaatannya sungguh memotivasi: kita dapat menyediakan sumber belajar yang beragam, memfasilitasi pembelajaran mandiri, kolaboratif, bahkan memungkinkan sesi pembelajaran jarak jauh tanpa kendala. Sekolah kita kini memiliki gudang ilmu yang tak terbatas.
Keterlibatan orang tua adalah kunci keberhasilan murid. Aplikasi ini mempermudah komunikasi dua arah dengan fitur Notifikasi Nilai & Absensi, Pesan Langsung, hingga Pengumuman Sekolah. Fitur ini secara dramatis meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak, menghilangkan sekat antara sekolah dan rumah, serta memungkinkan orang tua melacak perkembangan siswa secara real-time.
Modul ini adalah sahabat sejati guru yang ingin fokus mengajar, bukan menghabiskan waktu berjam-jam mengoreksi! Dengan fitur Penilaian Otomatis dan Analisis Hasil Belajar, guru dipermudah dalam melakukan penilaian. Kita bisa memberikan umpan balik yang cepat dan, yang terpenting, mengidentifikasi area mana saja yang perlu ditingkatkan oleh murid secara individual maupun kolektif. Ini adalah langkah menuju keputusan pendidikan berbasis data yang akurat.
Sesi tidak berhenti di demonstrasi. Kami diberi waktu untuk Praktik Mandiri dengan bimbingan narasumber, memungkinkan setiap guru mencoba langsung fitur-fitur yang paling relevan untuk kelas mereka. Antusiasme terlihat jelas dalam sesi Tanya Jawab, di mana peserta mengajukan pertanyaan detail tentang implementasi dan strategi penggunaan di lapangan.
Di akhir sesi, Bapak Mumu Mujamil merangkum poin-poin penting dan mengajak seluruh sekolah/guru untuk aktif memanfaatkan aplikasi ini demi peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Inilah Komitmen Aksi Nyata Kita (Tindak Lanjut):
KKG Karya Mulya telah melangkah maju. Transformasi digital ini bukan pilihan, tapi keharusan. Mari kita manfaatkan “Rumah Pendidikan” ini sebagai pemicu semangat baru, menjadikan kita guru yang lebih adaptif, dan yang pasti, lebih efektif dalam membentuk masa depan generasi bangsa! Mari terus berinovasi, berkolaborasi, dan go digital!


Desain Penyusunan Rancangan dan Instrumen Asesmen
Bukan Soal Biasa, tapi Cetak Biru Masa Depan!
Halo, rekan-rekan Guru Pembelajar dan seluruh pemerhati pendidikan di Gugus IV Kesambi! ๐
Jika ada satu hal yang menentukan kualitas proses belajar mengajar, itu adalah asesmen. Asesmen bukan sekadar formalitas untuk memberi nilai, tetapi cermin sejati dari keberhasilan kita menumbuhkan potensi murid. Itulah mengapa pada hari Sabtu, 22 Februari 2025 lalu, seluruh anggota KKG Karya Mulya berkumpul di SDN Karya Mulya 2 untuk sebuah misi krusial: Menciptakan Bank Soal Asesmen Pembelajaran yang Revolusioner!
Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang ini bukan hanya sesi penyusunan soal biasa. Ini adalah momen kolaborasi para ahli di bidangnya, yang bertekad mengganti soal-soal lama yang cenderung hanya menguji ingatan (LOTS โ Lower Order Thinking Skills) menjadi butir-butir pertanyaan yang menantang nalar, mengasah kreativitas, dan memicu kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS).
Di era Kurikulum Merdeka, tujuan pendidikan kita bergeser. Kita tidak lagi hanya mencetak anak-anak yang pandai menghafal rumus atau fakta, melainkan individu yang mampu:
Inilah urgensi yang disampaikan oleh Ketua Gugus 4 Karyamulya, Bapak Aminudin, S.Pd, dalam sambutannya. Bank soal kita harus menjadi jembatan yang menghubungkan materi pelajaran dengan kemampuan esensial abad ke-21. Soal yang berkualitas adalah soal yang selaras sempurna dengan Capaian Pembelajaran dan tujuan asesmen yang efektif.
Koordinator kegiatan, Bapak Mumu Mujamil, S.Pd, kemudian memandu kami dalam sesi teknis. Panduan yang diberikan sangat jelas dan terstruktur: dari penentuan format, jenis soal (pilihan ganda, esai, menjodohkan), hingga penyesuaian tingkat kesulitan yang harus bervariasiโdari yang mudah untuk mengukur pemahaman dasar, sedang untuk aplikasi, hingga sulit untuk menguji analisis dan sintesis.
Suasana kerja di SDN Karya Mulya 2 sangat dinamis. Peserta dibagi berdasarkan mata pelajaran dan jenjang kelas, mengubah ruang kelas menjadi laboratorium kolaborasi yang penuh energi. Masing-masing kelompok bekerja intensif, didorong oleh satu tujuan: Menciptakan soal yang โberbicaraโ dengan kehidupan siswa.
Kami berpegangan pada filosofi ini: sebuah soal yang baik harus mampu membuat murid sejenak berpikir, โKapan ya saya pernah mengalami ini di kehidupan nyata?โ
Kriteria Wajib Bank Soal Karya Mulya:
Setelah draf soal selesai disusun, kami memasuki sesi yang paling menentukan: Sesi Review dan Validasi Antar Kelompok. Inilah inti dari semangat โBudaya Guru Berbagiโ yang kami usung.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya. Kelompok lain bertindak sebagai tim penilai yang kritis dan suportif. Kami saling ‘membongkar’ dan ‘membangun’ kembali setiap butir soal, memastikan:
Melalui diskusi terbuka ini, setiap guru menjadi lebih tajam dalam memahami prinsip-prinsip asesmen yang efektif. Masukan yang didapat bukan hanya memperbaiki satu soal, tetapi meningkatkan kompetensi menyusun soal secara kolektif.
Sesi ditutup dengan komitmen yang kuat dari Koordinator, Bapak Mumu, dan semua anggota. Bank soal ini tidak boleh hanya berhenti di notula!
Inilah Peta Jalan (Roadmap) Bank Soal KKG Karya Mulya:
Komitmen kita hari itu adalah bukti bahwa KKG Karya Mulya tidak hanya bergerak, tetapi bergerak maju menuju kualitas. Bank soal yang kita ciptakan bersama ini adalah warisan kita untuk masa depan pendidikan anak-anak kita.
Mari terus berkarya, berkolaborasi, dan menciptakan asesmen yang inspiratif, karena masa depan pendidikan ada di tangan kita!









Hari Sabtu, 15 Februari 2025 lalu, ruang kelas di SDN Karya Mulya 1 menjadi saksi berkumpulnya para pahlawan tanpa tanda jasa, yaitu seluruh anggota KKG Karya Mulya. Ini bukan pertemuan biasa, melainkan sebuah sesi kolaborasi yang sangat inspiratif dan praktis, dipandu langsung oleh Ibu Ika Setiawati, S.Pd, M.Pd, Pengawas Bina kita yang luar biasa.
Kami semua sepakat: Pendidikan yang berpihak pada murid tidak hanya soal nilai akademik! Pondasi utamanya adalah karakter kuat yang ditanamkan sejak dini. Oleh karena itu, tema perdana KKG kita di tahun 2025 ini sangat krusial: โPraktik Baik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebatโ.
Ketua K3S Kecamatan Kesambi, Ibu Dewi Pujiati, S.Pd, dan Ketua Korwil Kecamatan Kesambi, Bapak Eka Awan S, S.Si, telah memberikan semangat pada pembukaan, menegaskan bahwa penanaman karakter ini adalah investasi jangka panjang kita. Mari kita bedah lebih dalam 7 kebiasaan emas yang wajib kita tanamkan pada generasi penerus bangsa!
Tujuh kebiasaan ini dirancang untuk menciptakan individu yang tidak hanya cerdas kognitif, tetapi juga seimbang fisik, mental, dan emosional. Sebagai guru dan orang tua, peran kita sangat sentral sebagai teladan dan pendukung utama.
Bangun pagi bukan hanya soal membuka mata, tetapi tentang melatih disiplin dan manajemen waktu. Kebiasaan ini memberikan waktu luang bagi anak untuk memulai hari tanpa terburu-buru, mempersiapkan diri dengan tenang, dan memiliki waktu untuk aktivitas positif, seperti beribadah atau olahraga ringan.
Tips Praktis: Tentukan waktu tidur yang konsisten, hindari paparan gadget minimal satu jam sebelum tidur.
Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Mandi pagi, selain membersihkan diri, juga menyegarkan pikiran dan membantu meningkatkan fokus belajar. Anak yang segar cenderung lebih siap menerima pelajaran di sekolah.
Sarapan adalah bahan bakar utama otak! Mendorong anak sarapan sehat (bukan hanya makanan instan) memastikan mereka mendapatkan energi dan nutrisi yang cukup untuk konsentrasi penuh di kelas. Otak yang terisi, belajar pun optimal.
Kebiasaan berpamitan, mencium tangan, atau memeluk, adalah praktik sederhana yang menumbuhkan rasa hormat, kasih sayang, dan kedekatan emosional antara anak dan orang tua/wali. Ini juga melatih anak untuk menghargai kehadiran orang lain.
Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas menanamkan nilai spiritual dan rasa syukur. Kebiasaan ini memberikan ketenangan mental dan membimbing anak untuk selalu mengingat Sang Pencipta dalam setiap langkahnya.
Belajar adalah tugas utama anak. Kebiasaan belajar yang konsisten, didampingi dengan menciptakan lingkungan yang nyaman, akan mengembangkan rasa ingin tahu dan tanggung jawab terhadap pendidikan mereka sendiri.
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Saat tidur, otak memproses informasi yang dipelajari. Tidur cukup memastikan anak bangun dengan energi penuh dan siap untuk hari yang baru.
Sesi KKG ini ditutup dengan kesimpulan yang kuat: Ketujuh kebiasaan ini saling mendukung! Menerapkannya secara konsisten adalah kunci untuk membentuk anak Indonesia menjadi individu yang cerdas, sehat fisik dan mental, serta berkarakter kuat.
Tindak Lanjut yang Kami Sepakati:
Kami, KKG Karya Mulya, mengajak semua guru dan orang tua untuk berkomitmen menjadi teladan nyata. Perubahan dimulai dari hal-hal kecil, dan pondasi karakter yang kita bangun hari ini akan menentukan kualitas masa depan anak-anak kita.
Mari terus berkolaborasi, berbagi, dan melangkah bersama demi menghasilkan Generasi Karya Mulya yang Hebat dan Berkarakter!






































































Tahun 2025 adalah tahun aksi dan inovasi! KKG Karya Mulya telah merancang serangkaian kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang akan memperkuat kompetensi Anda, mempermudah tugas mengajar, dan yang terpenting, meningkatkan mutu proses pembelajaran bagi peserta didik.
Berikut adalah highlight dari program inti kami selama satu tahun:
| Bulan Pelaksanaan | Topik Kegiatan (Materi) | Capaian yang Diharapkan |
| Februari | Praktik Baik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat | Guru mampu berbagi praktik baik dan merumuskan instrumen kontrol rujukan. |
| Februari | Penyusunan Bank Soal Asesmen Pembelajaran | Guru mampu menyusun dan menghasilkan Bank Soal Asesmen Pembelajaran yang berkualitas. |
| April | Pemanfaatan Super Aplikasi Rumah Pendidikan | Guru mampu memanfaatkan Super Aplikasi Rumah Pendidikan untuk menunjang pembelajaran. |
| April | Implementasi Deep Learning | Guru mampu merancang dan mengimplementasikan pendekatan deep learning dalam pembelajaran. |
| Mei | Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran | Guru mampu memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien. |
| Agustus | Inovasi Pembelajaran | Guru mampu merancang dan menghasilkan draf Modul Ajar yang inovatif. |
| Agustus | Praktik Baik Implementasi Transformasi Digital | Guru mampu menyusun dan menghasilkan naskah praktik baik implementasi transformasi digital pendidikan. |
| September | Lesson Study (Refleksi Deep Learning) | Guru mampu melakukan refleksi dan memperbaiki kualitas Modul Ajar deep learning melalui observasi. |
| September | Berbagi Praktik Baik (Video) | Guru mampu berbagi praktik baik pembelajaran inovatif dalam bentuk video berdurasi 10 menit dan naskah. |
| November | Pendidikan Inklusi | Guru mampu mengimplementasikan pendidikan inklusi dalam proses belajar-mengajar. |
*Catatan: Untuk kegiatan Pendidikan Inklusi di bulan November 2025, direncanakan di luar kota, yaitu di SD Alam Bukit Akasia, Sumedang.
Semua kegiatan akan direncanakan akan dilaksanakan secara luring (tatap muka) dengan strategi diskusi kelompok kecil per jenjang kelas yang dipandu oleh Koordinator Kelas. Mari kita hadiri setiap sesi, aktif berdiskusi, dan bawa pulang ilmu serta output yang nyata untuk kemajuan sekolah kita!