Materi Penyusunan Bank Soal
Deskripsi Kegiatan

Kegiatan kedua Kombel Gugus V Pelandakan dilaksanakan pada 26 Februari 2025 yaitu penyusunan bank soal. Materi ini disampaikan oleh Kepala Seklolah SDN Pelandakan 1 Bapak Apif Arifin, M.Pd. Penyusunan bank soal adalah proses sistematis dalam mengumpulkan, mengklasifikasikan, menguji, dan menyimpan berbagai butir soal evaluasi (tes, kuis, atau tugas) yang terstruktur dan terstandar, sesuai dengan kurikulum (kompetensi dasar/capaian pembelajaran) dan kisi-kisi soal. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun butir-butir soal yang valid dan terstandar, serta membangun bank soal digital bersama. Target keluaran yang ingin dicapai adalah kumpulan butir soal terstruktur per mata pelajaran/per kelas yang tersimpan dalam platform digital. Manfaat bank soal bagi guru yaitu efensiasi waktu, konsistensi penilaian, analisis pembelajaran, diferensiasi soal dan peningkatan profesionalisme. Proses penyusunan Bank Soal yang baik tidak sekadar mengumpulkan soal, tetapi melibatkan tahapan penting berikut:
- Analisis Kurikulum: Menentukan materi dan kompetensi apa yang harus diukur (misalnya, dari KD atau tujuan pembelajaran).
- Penulisan Butir Soal: Menulis soal sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan mengacu pada indikator soal yang telah ditetapkan.
- Telaah dan Validasi: Soal diulas oleh sesama guru atau pakar untuk memastikan kejelasan bahasa, kesesuaian materi, dan tidak adanya ambiguitas.
- Uji Coba (Try Out): Soal diujikan kepada sekelompok kecil siswa untuk menghitung tingkat kesulitan dan daya pembeda butir soal.
- Pengarsipan Soal (Basis Data): Soal yang sudah teruji disimpan dalam basis data, dilengkapi dengan metadata seperti kunci jawaban, materi pokok, dan hasil analisisnya.
Alur Kegiatan

Kegiatan Kombel ini berfokus pada pelatihan praktis dan kolaboratif dalam menghasilkan Bank Soal untuk jenjang Sekolah Dasar. Ada tiga alur yang dilaksanakan dalam kegiatan ini yaitu pemaparan singkat (teori dan teknik), kerja kelompok berdasarkan kelas (praktek kolaboratif), serta digitalisasi dan pengarsipan di google drive (output digital).
Pertama adalah pemaparan singkat (teori dan teknik). Sesi diawali dengan pemaparan singkat oleh narasumber (misalnya, guru inti atau pengawas) yang membahas prinsip-prinsip utama dalam penyusunan Bank Soal, meliputi pentingnya analisis kurikulum dan penentuan indikator soal, teknik penulisan butir soal yang baik dan benar (memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas) serta prosedur pengisian metadata soal (tingkat kesulitan, kunci jawaban, dan materi pokok).
Alur kedua yaitu kerja kelompok berdasarkan kelas sebagai kegiatan praktek kolaboratif. Setelah pemaparan teori, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kerja berdasarkan kelas (misalnya, Kelompok Guru Kelas I, Kelompok Guru Kelas II, dst.). Setiap kelompok secara kolaboratif mulai menyusun, menelaah, dan memfinalisasi butir-butir soal untuk mata pelajaran utama di kelas masing-masing. Guru-guru saling meninjau draf soal yang dibuat oleh rekan sekelompok untuk memastikan kejelasan, kesesuaian dengan indikator, dan menghindari ambiguitas.Selanjutnya alur ketiga yaitu digitalisasi dan pengarsipan di google drive (output digital). Tahap akhir ini adalah pengarsipan hasil kerja untuk kemudahan akses dan penggunaan di masa mendatang. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menata Bank Soal yang telah disepakati ke dalam format dokumen yang telah ditentukan (misalnya, tabel spreadsheet). Seluruh Bank Soal dari setiap jenjang kelas kemudian disimpan dan diarsipkan di folder bersama pada Google Drive Kombel (disertai pembagian akses yang jelas). Hal ini memastikan bahwa seluruh anggota kombel dapat memanfaatkan Bank Soal tersebut untuk keperluan evaluasi di sekolah masing-masing. Dengan pelaksanaan yang terstruktur ini, diharapkan Kmbel mampu menghasilkan produk nyata berupa Bank Soal digital yang siap digunakan dan berkelanjutan.

















































































