Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tutwuri handayani
Semboyan yang tak mungkin asing bagi seorang guru. Sebuah pandangan filsafat pendidikan buah karya Ki Hadjar Dewantara, seorang guru sekaligus Bapak Pendidikan Nasional. Makna filosofis dari semboyan tersebut terangkum dalam kata “Pemberdaya”. Pemberdaya berarti seorang yang mampu mengoptimalkan potensi (kekuatan) setiap peran yang ada di sekitarnya menjadi berdaya (berkemampuan). Dalam posisi dan peran apa pun, seorang Pemberdaya dapat menjadi inspirasi bagi sekitarnya. Ketika berperan sebagai pemimpin, maka ia dapat menjadi teladan (ing ngarso sung tulodo). Ketika menjadi bagian dalam sebuah tim, maka ia dapat mempersembahkan karya dari kehendak (karsa) yang merdeka dan inovatif (ing madya mangun karso). Dan ketika perannya berada di luar tim yang terlibat, ia tetap mengambil peran sebagai bagian dari support system (tutwuri handayani).
Setiap kita memiliki peran. Bisa jadi banyak peran yang kita miliki, tergantung pada posisi dan situasi yang sedang dihadapi. Namun, apa pun peran yang sedang kita jalankan, pastikan dapat memberi manfaat bagi sekitar. Sekecil dan sesederhana apa pun sebuah peran, adalah serpihan puzzle yang membuat utuh dan sempurna semesta raya. Sebaik-baik manusia adalah yang mampu memberi manfaat bagi yang lain. Tak perlu besar, hal sederhana sekalipun, jika bermanfaat niscaya memberi dampak yang membahagiakan. Memberi manfaat berarti membahagiakan sesama, dan caranya tidak mungkin satu. Banyak cara untuk dapat memberi manfaat, banyak cara untuk memberi kebahagiaan, banyak cara untuk memberdayakan. Jadilah Pemberdaya dengan cara Anda, meski sederhana!
