Visi dan Misi Kombel Gugus V Pelandakan

Visi Kuat, Pendidikan Hebat!

Inilah Visi kami: “Mewujudkan komunitas guru yang profesional, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pembelajaran yang berpihak pada murid.”

Bersama Komunitas Belajar Gugus V Pelandakan, kami bertekad mewujudkan guru yang profesional, kolaboratif, dan berkelanjutan demi masa depan terbaik bagi murid-murid kita.Visi kami sebagai panduan aksi dalam berkomitmen membangun Komunitas Belajar Gugus V Pelandakan yang terus tumbuh, berkolaborasi, dan berinovasi. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan mutu pembelajaran yang sepenuhnya berpihak pada murid.

Misi Jelas, Guru Berkualitas!

Inilah 6 Misi nyata kami di Komunitas Belajar Gugus V Pelandakan untuk mewujudkan visi guru yang profesional dan berkelanjutan.

Mulai dari mengembangkan kompetensi, mengoptimalkan kolaborasi, hingga mendorong pemanfaatan teknologi. Bergerak bersama untuk meningkatkan kualitas diri dan pembelajaran. Kami siap menciptakan ekosistem belajar yang kuat, terukur, dan akuntabel untuk meningkatkan mutu pendidikan bersama.

Agenda kesepuluh Kegiatan Komunitas Belajar

Character Building

oplus_1026

Deskripsi Kegiatan

KKG Gugus V Pelandakan Gelar Character Building di Palutungan, Perkuat Karakter Pendidik

Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus V Pelandakan sukses melaksanakan kegiatan tahunan Character Building di Bumi Perkemahan Palutungan, Kuningan, pada hari Sabtu, 22 November 2025. Acara ini bertujuan meningkatkan soliditas, teamwork, dan penguatan karakter para guru. Aktivitas padat dimulai dengan titik kumpul seluruh peserta di SDIT Ass-Sunnah tepat pukul 06.30 WIB. Setelah registrasi dan briefing, rombongan diberangkatkan menuju Palutungan pada pukul 07.00 WIB. Tiba di lokasi, acara resmi dibuka pada pukul 08.00 WIB dengan sesi pembukaan dan doa bersama. Bapak Dady Rukmana, selaku Ketua Panitia, menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya sinergi dan semangat pantang menyerah dalam mendidik. Kegiatan inti berupa Game Character Building yang interaktif dan menantang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Permainan ini dirancang khusus untuk mengasah kemampuan kolaborasi, komunikasi, dan problem-solving para guru.

Sesi dilanjutkan dengan istirahat, salat, dan makan siang yang berlangsung dari pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Rangkaian acara ditutup dengan sesi apresiasi, yakni pembagian hadiah dan door prize yang berlangsung meriah hingga pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini diharapkan memberikan energi positif bagi para guru untuk memulai semester baru dengan semangat yang lebih membara.

oplus_1026
oplus_1026

Agenda Kesembilan Kegiatan Komunitas Belajar

Materi Pengenalan dan Manfaat Pendidikan Inklusi

Deskripsi Kegiatan

Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) ke-9 yang mengusung tema “Pengenalan dan Manfaat Pendidikan Inklusi bagi Guru” dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025, bertempat di SDN Pelandakan 2. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dasar guru mengenai konsep Pendidikan Inklusi dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang setara dan suportif bagi semua siswa. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ibu Yuneta Indria Murti, M.Si..

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan landasan filosofis dan praktis mengenai penyelenggaraan sekolah inklusif. Sesi pertama diawali dengan Pemaparan Singkat Pendidikan Inklusi. Sesi ini menjadi pembuka dan berfokus pada esensi Pendidikan Inklusi. Pemaparan mencakup:

Definisi: Pendidikan Inklusi sebagai upaya memberikan kesempatan belajar yang sama bagi semua anak, termasuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK), di sekolah reguler yang sama.

Sesi ke dua tentang Pemaparan Singkat Manfaatnya bagi Guru. Fokus selanjutnya adalah menjelaskan mengapa pemahaman Inklusi ini penting dan bermanfaat bagi guru. Manfaat tersebut antara lain: Pengembangan Profesionalisme: Guru dilatih untuk melakukan diferensiasi pembelajaran, yaitu menyesuaikan metode, materi, dan penilaian agar sesuai dengan kebutuhan individual setiap siswa (keterampilan mengajar yang lebih kaya), Penciptaan Budaya Sekolah: Guru menjadi agen utama dalam menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan di kalangan siswa, menciptakan iklim kelas yang positif, Optimalisasi Potensi: Dengan dukungan dan intervensi yang tepat, guru dapat memastikan semua siswa, tanpa terkecuali, dapat mencapai potensi terbaik mereka.

Secara keseluruhan, kegiatan KKG ini bertujuan agar guru tidak hanya “tahu” tentang Pendidikan Inklusi, tetapi juga “merasa perlu” dan “mampu” menjadi fasilitator bagi semua jenis siswa di kelas mereka. Target output dari kegiatan ini adalah guru memiliki pandangan positif terhadap keberagaman siswa dan mampu mengidentifikasi langkah awal untuk adaptasi di kelas.

Agenda kedelapan Kegiatan Komunitas Belajar

Materi Strategi dan Pengelolaan Pembelajaran Ko-Kurikuler

Deskripsi Kegiatan

Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) ke-8, yang mengangkat tema “Strategi dan Pengelolaan Pembelajaran Ko-kurikuler (Penguatan Kurikulum)” , telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 September 2025, bertempat di SDIT AS-Sunnah

. Kegiatan ini dihadiri oleh guru-guru anggota Kombel Gugus V Pelandakan dan dinarasumberi oleh Ibu Jubaedah, S.Pd.SD.MM.

Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman guru tentang peran ko-kurikuler sebagai sarana penguatan dan aplikasi kompetensi yang diperoleh di kelas, khususnya melalui kegiatan proyek. Ko-kurikuler didefinisikan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di luar jam pelajaran tatap muka reguler (intrakurikuler), namun pelaksanaannya terkait erat dan bertujuan untuk memperkuat atau memperkaya materi yang dipelajari siswa di kelas.

Kegiatan KKG ini secara khusus berfokus pada pemahaman peran penting kegiatan di luar jam pelajaran kelas untuk memperdalam pemahaman siswa.

Alur Kegiatan

Sesi diawali dengan pemaparan singkat mengenai konsep dasar Ko-kurikuler, terutama dalam konteks kurikulum saat ini (Kurikulum Merdeka). Pemaparan meliputi:

Definisi: Ko-kurikuler sebagai kegiatan yang mendukung dan memperkaya materi intrakurikuler (tatap muka).

Perbedaan: Penjelasan mengenai perbedaan mendasar antara Intrakurikuler (di kelas), Ko-kurikuler (proyek/studi lapangan terkait materi), dan Ekstrakurikuler (pengembangan minat).

Fokus Proyek: Penekanan bahwa Ko-kurikuler sering diwujudkan dalam bentuk penugasan proyek atau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang menuntut siswa mengaplikasikan ilmu dari berbagai mata pelajaran.

Tujuan dan Manfaat (Penguatan 8 Profil Lulusan): Pemaparan juga menyoroti bagaimana kegiatan Ko-kurikuler secara langsung berkontribusi pada pencapaian 8 Profil Lulusan (seperti Berpikir Kritis, Kolaborasi, dan Kreativitas). Hal ini dicapai melalui penugasan yang kontekstual dan menantang.

Kegiatan KKG ini bertujuan membekali guru dengan pengetahuan untuk merancang kegiatan di luar kelas yang bermakna dan terencana, menjembatani teori akademik dengan keterampilan praktis siswa. Dengan demikian, guru mampu merencanakan kegiatan ko-kurikuler yang terintegrasi dan efektif. Ko-kurikuler berfungsi sebagai laboratorium aksi nyata, di mana siswa menerapkan pengetahuan akademik mereka sambil secara holistik membangun 8 Profil Lulusan yang siap menghadapi tantangan global.

Agenda ketujuh Kegiatan Komunitas Belajar

Materi Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam

Deskripsi Kegiatan

Komunitas Belajar (Kombel) Gugus V Pelandakan telah menyelenggarakan kegiatan ke-7 yang berjudul “Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam” pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan guru untuk merancang Modul Ajar yang secara efektif mengintegrasikan prinsip-prinsip HOTS (Berpikir Tingkat Tinggi) dan 4C (Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas, Berpikir Kritis). Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Fauzi Ridwan Sayyidi, S.Pd.SD..

Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam merujuk pada proses perancangan RPP atau Modul Ajar yang bertujuan memfasilitasi siswa mencapai pemahaman yang mendalam (deep understanding) dan mengembangkan HOTS, alih-alih sekadar menghafal (surface learning). Modul Ajar ini didasarkan pada empat prinsip pedagogis utama yang disebut 4C. Target output dari workshop ini adalah Draf Modul Ajar Pembelajaran Mendalam per jenjang kelas, siap diuji coba.

Alur Pelaksanaan Kegiatan Praktis

Kegiatan ini dirancang sebagai workshop praktis untuk mengubah RPP/Modul Ajar konvensional menjadi modul yang mendorong pemahaman mendalam.Sesi dimulai dengan pemaparan singkat mengenai teknik penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam. Materi pemaparan mencakup:

Fokus pada Hasil Belajar: Menekankan perumusan tujuan yang mengarah pada pemahaman konseptual, bukan hanya faktual.

Desain Tugas Otentik: Cara merancang tugas berbasis proyek atau masalah yang memerlukan analisis, evaluasi, dan penciptaan oleh siswa.

Integrasi 4C: Panduan praktis untuk memasukkan elemen Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas, dan Berpikir Kritis di setiap langkah pembelajaran.

Setelah pemaparan, sesi selanjutnya adalah guru dibagi menjadi kelompok kerja berdasarkan jenjang kelas/mata pelajaran. Setiap kelompok bertugas menyusun satu Modul Ajar lengkap (atau kerangka utama) dengan mengacu pada prinsip Deep Learning. Kelompok harus memastikan modul yang disusun memiliki kegiatan yang menantang siswa untuk bergerak melampaui pembelajaran permukaan.

Tahap akhir adalah validasi dan penguatan hasil kerja kelompok. Setiap kelompok mempresentasikan Modul Ajar yang telah mereka susun, menjelaskan bagaimana modul tersebut akan mendorong pembelajaran mendalam dan HOTS. Sesi umpan balik kritis diberikan oleh kelompok lain dan fasilitator, memastikan bahwa modul yang dihasilkan valid, relevan, dan implementatif untuk kelas di Sekolah Dasar.

Melalui workshop ini, diharapkan guru dapat meninggalkan pola ajar berbasis transfer informasi dan beralih ke pola yang berpusat pada konstruksi pengetahuan dan pengembangan keterampilan abad ke-21 oleh siswa.

Agenda keenam Kegiatan Komunitas Belajar

Materi Artificial Intelligence (AI) dan Coding

Deskripsi Kegiatan

Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) ke-6, bertajuk “Artificial Intelligence (AI) dan Coding”, dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Agustus 2025

. Kegiatan ini dihadiri oleh guru-guru anggota Kombel Gugus V Pelandakan dan dinarasumberi oleh Ibu Mitia ArizkaWardhani, S.Pd.. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dasar kepada guru tentang konsep AI dan Coding, serta memantik ide untuk mengintegrasikan keterampilan berpikir komputasional ke dalam kurikulum dan kehidupan siswa.

Kegiatan ini dirancang untuk mendemistifikasi AI dan Coding, serta menunjukkan nilai praktisnya bagi guru dan siswa.

Alur Pelaksanaan Kegiatan

Sesi dimulai dengan pemaparan singkat mengenai definisi dan prinsip dasar Artificial Intelligence (AI) dan Coding

AI: Dijelaskan sebagai kemampuan mesin untuk meniru kecerdasan manusia (belajar, memecahkan masalah). AI sendiri adalah ilmu yang memungkinkan komputer untuk bertindak dan berpikir secara cerdas.

Coding: Dijelaskan sebagai bahasa yang digunakan untuk memberi instruksi kepada komputer.

Sesi selanjutnya Fasilitator memberikan contoh-contoh konkret penggunaan AI dan Coding yang relevan bagi lingkungan guru dan siswa SD. Melalui pemaparan ini, guru diharapkan menjadi lebih melek teknologi dan mampu menjadi agen yang membimbing siswa menghadapi masa depan yang didorong oleh AI dan teknologi digital.

Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan guru untuk membimbing siswa menghadapi tantangan era digital dan karier masa depan.

Agenda kelima Kegiatan Komunitas Belajar

Materi Bimbingan Konseling

Deskripsi Kegiatan

Komunitas Belajar (Kombel) Gugus V Pelandakan telah melaksanakan kegiatan ke-5 yang bertajuk “Bimbingan Konseling” pada hari Sabtu, 31 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru kelas mengenai peran BK dalam pengembangan siswa dan membekali guru dengan contoh-contoh layanan BK yang dapat diimplementasikan di kelas.

Bimbingan Konseling (BK) sendiri adalah pelayanan profesional yang membantu siswa mengembangkan potensi diri secara optimal dan mengatasi permasalahan yang menghambat proses belajar atau perkembangan pribadinya. Tujuan utamanya adalah membantu siswa mencapai perkembangan yang mandiri, sehat, dan seimbang dalam empat aspek: Pribadi, Sosial, Belajar, dan Karier.

Alur Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini dipimpin oleh narasumber Ibu Putri Ratnawati, S.Pd. , dengan fokus memperkuat peran guru kelas sebagai bagian dari sistem Bimbingan Konseling di sekolah.

Sesi diawali dengan pemaparan singkat mengenai konsep dasar BK. Materi mencakup penjelasan Definisi BK (membedakan antara BK dan sekadar “menghukum” atau “menasihati”) , Aspek Perkembangan Siswa (empat bidang layanan BK yang harus dicapai) , serta menekankan Peran Guru Kelas sebagai konselor pertama (first-line counselor) yang membantu identifikasi dan pencegahan masalah.

Sesi dilanjutkan dengan pemberian contoh-contoh praktis mengenai jenis layanan BK yang relevan dan dapat dilakukan oleh guru kelas dalam konteks kegiatan sehari-hari di sekolah. Melalui pemberian contoh-contoh ini, guru diharapkan dapat mengintegrasikan aspek-aspek BK ke dalam kegiatan belajar mengajar harian, menciptakan lingkungan kelas yang suportif, dan membantu siswa berkembang secara holistik.

Target outout dari kegiatan ini adalah agar guru mampu mengidentifikasi kebutuhan bimbingan siswa dan memberikan layanan BK dasar secara efektif.