
Materi Strategi dan Pengelolaan Pembelajaran Ko-Kurikuler
Deskripsi Kegiatan
Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) ke-8, yang mengangkat tema “Strategi dan Pengelolaan Pembelajaran Ko-kurikuler (Penguatan Kurikulum)” , telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 September 2025, bertempat di SDIT AS-Sunnah
. Kegiatan ini dihadiri oleh guru-guru anggota Kombel Gugus V Pelandakan dan dinarasumberi oleh Ibu Jubaedah, S.Pd.SD.MM.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman guru tentang peran ko-kurikuler sebagai sarana penguatan dan aplikasi kompetensi yang diperoleh di kelas, khususnya melalui kegiatan proyek. Ko-kurikuler didefinisikan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di luar jam pelajaran tatap muka reguler (intrakurikuler), namun pelaksanaannya terkait erat dan bertujuan untuk memperkuat atau memperkaya materi yang dipelajari siswa di kelas.
Kegiatan KKG ini secara khusus berfokus pada pemahaman peran penting kegiatan di luar jam pelajaran kelas untuk memperdalam pemahaman siswa.

Alur Kegiatan
Sesi diawali dengan pemaparan singkat mengenai konsep dasar Ko-kurikuler, terutama dalam konteks kurikulum saat ini (Kurikulum Merdeka). Pemaparan meliputi:
Definisi: Ko-kurikuler sebagai kegiatan yang mendukung dan memperkaya materi intrakurikuler (tatap muka).
Perbedaan: Penjelasan mengenai perbedaan mendasar antara Intrakurikuler (di kelas), Ko-kurikuler (proyek/studi lapangan terkait materi), dan Ekstrakurikuler (pengembangan minat).
Fokus Proyek: Penekanan bahwa Ko-kurikuler sering diwujudkan dalam bentuk penugasan proyek atau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang menuntut siswa mengaplikasikan ilmu dari berbagai mata pelajaran.
Tujuan dan Manfaat (Penguatan 8 Profil Lulusan): Pemaparan juga menyoroti bagaimana kegiatan Ko-kurikuler secara langsung berkontribusi pada pencapaian 8 Profil Lulusan (seperti Berpikir Kritis, Kolaborasi, dan Kreativitas). Hal ini dicapai melalui penugasan yang kontekstual dan menantang.
Kegiatan KKG ini bertujuan membekali guru dengan pengetahuan untuk merancang kegiatan di luar kelas yang bermakna dan terencana, menjembatani teori akademik dengan keterampilan praktis siswa. Dengan demikian, guru mampu merencanakan kegiatan ko-kurikuler yang terintegrasi dan efektif. Ko-kurikuler berfungsi sebagai laboratorium aksi nyata, di mana siswa menerapkan pengetahuan akademik mereka sambil secara holistik membangun 8 Profil Lulusan yang siap menghadapi tantangan global.

