Materi Model Pembelajaran Deep Learning
Deskripsi Kegiatan
Kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) Gugus V Pelandakan yang ke-3, bertajuk “Model Pembelajaran Deep Learning”, telah sukses diselenggarakan pada hari Sabtu, 26 April 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh guru-guru anggota Kombel Gugus V Pelandakan dan dinarasumberi oleh Bapak Fauzi Ridwan Sayyidi, S.Pd.SD.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman guru tentang penerapan model pembelajaran mendalam untuk mendorong berpikir tingkat tinggi (HOTS) serta mengintegrasikan literasi dan numerasi dalam desain pembelajaran. Target output dari workshop ini adalah Draf desain pembelajaran (RPP/Modul Ajar) berbasis Deep Learning yang siap diimplementasikan
Konsep Dasar Deep Learning Pedagogis
Dalam konteks pendidikan, Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) adalah pendekatan yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara mendalam dalam cakupan materi yang lebih sempit. Pendekatan ini adalah kontras dari Surface Learning (belajar di permukaan) yang hanya membahas banyak materi secara luas, yang justru mengorbankan proses pemahaman siswa dan membuatnya terpaksa menghafal. Deep Learning mendorong siswa untuk terlibat aktif, menyelami topik, dan menikmati proses pembelajaran. Tiga elemen utamanya adalah Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning.

Alur Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani konsep Deep Learning dari ranah filosofis ke dalam praktik pedagogis di Sekolah Dasar.
Sesi diawali dengan pemaparan singkat mengenai model pembelajaran Deep Learning (pedagogis, bukan AI/teknologi). Pemaparan menekankan perbedaan antara Surface Learning dan Deep Learning , serta pentingnya mengaktifkan HOTS (Higher-Order Thinking Skills) siswa, yang mencakup kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dalam pembelajaran.
Sesi selanjutnya Narasumber memberikan contoh desain pembelajaran yang mengaplikasikan prinsip Deep Learning di kelas. Contoh berfokus pada:
Aktivitas Berbasis Masalah Nyata: Bagaimana pembelajaran mendalam dicapai melalui penugasan proyek atau masalah yang menantang.
Penguatan Literasi: Pemberian contoh penugasan yang membutuhkan analisis mendalam terhadap teks
Penguatan Numerasi: Pemberian contoh penugasan yang mewajibkan siswa menggunakan logika dan konsep matematika untuk memecahkan masalah kompleks non-rutin.
Kerja Kelompok dan Presentasi (Praktik Desain): Guru dibagi menjadi kelompok berdasarkan kelas (Kelompok Kelas I-II, III-IV, V-VI) untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari. Setiap kelompok bertugas membuat draf desain pembelajaran yang jelas mengimplementasikan model Deep Learning untuk mencapai HOTS, Literasi, dan Numerasi. Hasil desain kemudian dipresentasikan di depan kelas dan diikuti sesi umpan balik dari fasilitator dan kelompok lain untuk penyempurnaan desain yang siap diuji coba di sekolah.

