
Materi Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam
Deskripsi Kegiatan
Komunitas Belajar (Kombel) Gugus V Pelandakan telah menyelenggarakan kegiatan ke-7 yang berjudul “Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam” pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan guru untuk merancang Modul Ajar yang secara efektif mengintegrasikan prinsip-prinsip HOTS (Berpikir Tingkat Tinggi) dan 4C (Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas, Berpikir Kritis). Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Fauzi Ridwan Sayyidi, S.Pd.SD..
Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam merujuk pada proses perancangan RPP atau Modul Ajar yang bertujuan memfasilitasi siswa mencapai pemahaman yang mendalam (deep understanding) dan mengembangkan HOTS, alih-alih sekadar menghafal (surface learning). Modul Ajar ini didasarkan pada empat prinsip pedagogis utama yang disebut 4C. Target output dari workshop ini adalah Draf Modul Ajar Pembelajaran Mendalam per jenjang kelas, siap diuji coba.

Alur Pelaksanaan Kegiatan Praktis
Kegiatan ini dirancang sebagai workshop praktis untuk mengubah RPP/Modul Ajar konvensional menjadi modul yang mendorong pemahaman mendalam.Sesi dimulai dengan pemaparan singkat mengenai teknik penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam. Materi pemaparan mencakup:
Fokus pada Hasil Belajar: Menekankan perumusan tujuan yang mengarah pada pemahaman konseptual, bukan hanya faktual.
Desain Tugas Otentik: Cara merancang tugas berbasis proyek atau masalah yang memerlukan analisis, evaluasi, dan penciptaan oleh siswa.
Integrasi 4C: Panduan praktis untuk memasukkan elemen Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas, dan Berpikir Kritis di setiap langkah pembelajaran.
Setelah pemaparan, sesi selanjutnya adalah guru dibagi menjadi kelompok kerja berdasarkan jenjang kelas/mata pelajaran. Setiap kelompok bertugas menyusun satu Modul Ajar lengkap (atau kerangka utama) dengan mengacu pada prinsip Deep Learning. Kelompok harus memastikan modul yang disusun memiliki kegiatan yang menantang siswa untuk bergerak melampaui pembelajaran permukaan.
Tahap akhir adalah validasi dan penguatan hasil kerja kelompok. Setiap kelompok mempresentasikan Modul Ajar yang telah mereka susun, menjelaskan bagaimana modul tersebut akan mendorong pembelajaran mendalam dan HOTS. Sesi umpan balik kritis diberikan oleh kelompok lain dan fasilitator, memastikan bahwa modul yang dihasilkan valid, relevan, dan implementatif untuk kelas di Sekolah Dasar.
Melalui workshop ini, diharapkan guru dapat meninggalkan pola ajar berbasis transfer informasi dan beralih ke pola yang berpusat pada konstruksi pengetahuan dan pengembangan keterampilan abad ke-21 oleh siswa.




